Apa Itu Bullying?
Pernahkah kamu melihat teman yang diejek terus-menerus, didorong, atau dikucilkan dari kelompok? Jika pernah, itu bisa jadi contoh bullying.
Bullying adalah perilaku menyakiti orang lain secara sengaja, dilakukan berulang-ulang, dan membuat orang itu merasa takut, sedih, atau tidak berdaya. Bullying bisa terjadi di mana saja: di sekolah, di rumah, di lapangan, bahkan di dunia maya (online).
Bullying bukan hanya soal memukul atau mendorong. Kata-kata yang menyakitkan, tatapan merendahkan, dan sikap tidak mau berteman juga bisa menjadi bentuk bullying.
Ingat, bullying itu salah dan tidak boleh dibiarkan. Semua anak berhak merasa aman, dihargai, dan bahagia di mana pun berada.
Bentuk-Bentuk Bullying yang Perlu Kamu Kenali
Supaya kamu bisa menghindari bullying dan mencegahnya terjadi, kamu perlu tahu bentuk-bentuknya. Berikut beberapa contohnya:
Bullying Fisik
Terjadi ketika seseorang menyakiti tubuh orang lain, misalnya:Memukul, menendang, menampar
Mendorong sampai jatuh
Menyenggol dengan sengaja
Merusak atau menyembunyikan barang teman
Bullying Verbal (Lewat Kata-Kata)
Terjadi ketika seseorang menyakiti perasaan orang lain dengan ucapan, misalnya:Mengejek bentuk tubuh, warna kulit, atau cara berbicara
Memanggil dengan nama julukan yang kasar
Menghina keluarga atau keadaan teman
Mengancam dengan kata-kata
Bullying Sosial (Dikucilkan)
Terjadi ketika seseorang sengaja membuat orang lain merasa sendirian atau tidak diinginkan, misalnya:Tidak mau mengajak main teman tertentu
Menyuruh teman lain untuk tidak berteman dengan seseorang
Berbisik-bisik dan menertawakan teman
Menyebarkan gosip agar orang lain tidak suka pada teman
Bullying di Dunia Maya (Cyberbullying)
Terjadi lewat handphone atau internet, misalnya:Mengirim pesan jahat atau ejekan di WhatsApp
Menertawakan atau mengejek teman di grup kelas
Mengunggah foto teman lalu diberi komentar yang menyakitkan
Membuat akun palsu untuk mengolok-olok teman
Walau bentuknya berbeda-beda, semua jenis bullying sama-sama tidak boleh dilakukan. Korban bullying bisa merasa sedih, takut, malu, bahkan tidak mau sekolah.
Mengapa Bullying Itu Salah?
Bullying bukan sekadar “candaan” atau “bahan bercanda”. Kadang pelaku bilang, “Ah, cuma becanda!” tetapi korban benar-benar terluka.
Bullying itu salah karena:
Menyakiti perasaan dan hati teman
Bisa membuat teman takut dan cemas
Mengurangi kepercayaan diri teman
Bisa membuat teman tidak semangat belajar atau bermain
Bayangkan jika kamu berada di posisi yang diejek setiap hari. Pasti rasanya tidak enak, kan? Karena itu, penting untuk selalu mengingat:
Sekolah adalah tempat kamu belajar, bermain, dan bertemu banyak teman. Supaya sekolah terasa nyaman, semua anak perlu belajar berinteraksi dengan cara yang baik. Berikut beberapa sikap yang bisa kamu lakukan:
Menghargai Perbedaan
Di kelas, mungkin ada teman yang berbeda warna kulit, bentuk tubuh, agama, kebiasaan, atau kemampuan belajar.Ada yang cepat mengerti pelajaran, ada yang perlu waktu lebih lama.
Ada yang pendiam, ada yang suka bercerita.
Ada yang jago olahraga, ada yang lebih suka membaca.
Semua perbedaan itu wajar. Justru perbedaan membuat kelasmu unik. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk mengejek atau mengucilkan.
Menggunakan Kata-Kata yang Baik
Kata-kata bisa menjadi obat, tapi juga bisa menjadi pisau.
Biasakan mengucapkan:“Terima kasih”
“Maaf”
“Tolong”
“Bagus sekali, kamu hebat!”
Hindari kata-kata seperti:
“Kamu bodoh!”
“Kamu jelek!”
“Dasar lemah!”
Kalau kamu bercanda, perhatikan wajah temanmu. Kalau dia tidak tertawa, malah terlihat sedih atau marah, artinya candaanmu tidak lucu dan bisa menyakitinya.
Mau Berbagi dan Bekerja Sama
Di sekolah, kamu sering bekerja dalam kelompok. Cobalah:Mengajak teman yang sering sendirian untuk bergabung
Membagi tugas secara adil
Mendengarkan pendapat semua anggota kelompok
Ketika bermain, ajak teman yang biasanya tidak diajak. Hal kecil seperti berkata, “Ayo main bareng!” bisa membuat teman merasa dihargai.
Tidak Mengolok-olok Kesalahan Teman
Semua orang bisa salah, termasuk kamu. Jika teman salah menjawab pertanyaan guru atau menjatuhkan buku di kelas, jangan ditertawakan.
Lebih baik katakan, “Tidak apa-apa, coba lagi,” atau “Ayo kita belajar bareng.”
Interaksi Sehat dengan Teman di Rumah dan Lingkungan
Bullying tidak hanya terjadi di sekolah. Di rumah atau lingkungan sekitar, kamu juga bisa bertemu teman sebaya: tetangga, sepupu, atau teman bermain. Sikapmu tetap harus baik.
Bersikap Adil Saat Bermain
Ketika bermain di rumah atau di luar, misalnya bermain bola, petak umpet, atau permainan tradisional:Jangan pilih-pilih teman hanya yang jago.
Jangan marah dan memaki ketika teman salah.
Jangan memaksa teman mengikuti aturan sesukamu.
Belajarlah membuat aturan bersama dan menaati aturan itu dengan adil.
Tidak Mengejek Keadaan Teman
Ada teman yang rumahnya kecil, ada yang tidak punya mainan mahal, ada yang bajunya sederhana. Itu bukan alasan untuk mengejek.
Menghina keadaan orang lain bisa sangat melukai hati.
Ingat, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang penting adalah sikap dan kebaikan hati, bukan barang yang dimiliki.Belajar Menyelesaikan Masalah dengan Tenang
Kadang, saat bermain di rumah, kamu bisa bertengkar dengan teman atau saudara, misalnya berebut mainan atau tidak setuju dengan aturan permainan.
Cobalah:Berbicara pelan dan jujur tentang perasaanmu.
Mengatakan, “Aku tidak suka kalau kamu bicara seperti itu,” bukan langsung memukul.
Mengusulkan solusi, “Bagaimana kalau kita bergantian?”
Jika sulit, mintalah bantuan orang dewasa yang kamu percaya.
Jika Kamu Melihat Bullying, Apa yang Harus Dilakukan?
Kamu mungkin bukan pelaku atau korban, tapi kamu bisa saja menjadi saksi. Menjadi saksi bukan berarti kamu diam saja. Kamu punya peran penting untuk membantu.
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
Tidak Ikut-Ikutan
Jika ada teman yang mengejek atau mengolok-olok orang lain, jangan ikut tertawa atau menirukan. Sikap diam dan tidak mendukung sudah merupakan langkah awal yang baik.Mendukung Korban
Setelah kejadian, kamu bisa mendekati teman yang dibully dan berkata:“Kamu tidak salah.”
“Aku mau berteman denganmu.”
“Kalau kamu sedih, kamu bisa cerita.”
Dukungan kecil seperti itu bisa membuat korban merasa tidak sendirian.
Melapor pada Orang Dewasa
Kalau bullying terjadi terus-menerus, atau sudah membuat teman sangat takut dan sedih, kamu perlu melapor.
Kamu bisa bercerita pada:Guru kelas atau guru piket di sekolah
Orang tua
Kakak atau saudara yang dipercaya
Melapor bukan berarti kamu “mengadu” atau “tidak setia kawan”. Melapor artinya kamu peduli dan ingin membantu agar temanmu tidak terus disakiti.
Jika Kamu Pernah Membully, Apa yang Harus Dilakukan?
Mungkin tanpa sadar kamu pernah mengejek, mengucilkan, atau mendorong teman. Jika kamu menyadari pernah melakukan bullying, jangan malu untuk berubah menjadi lebih baik.
Beberapa langkah yang bisa kamu ambil:
Mengakui Kesalahan
Akui dalam hati, “Ternyata yang aku lakukan itu salah dan menyakiti teman.” Berani mengakui kesalahan adalah tanda bahwa kamu anak yang kuat dan mau belajar.Meminta Maaf dengan Tulus
Datangi teman yang pernah kamu sakiti. Katakan, misalnya:“Maaf ya, kemarin aku mengejek kamu. Itu salah.”
“Maaf aku pernah mendorong kamu. Aku tidak akan melakukannya lagi.”
Mungkin temanmu tidak langsung memaafkan, tapi teruslah berbuat baik dan tunjukkan bahwa kamu sungguh-sungguh berubah.
Berkomitmen untuk Berubah
Janjikan pada dirimu sendiri:Tidak akan mengejek atau memukul lagi.
Akan menggunakan kata-kata yang baik.
Akan menghargai teman, di sekolah maupun di rumah.
Kamu bisa meminta bantuan guru atau orang tua untuk membimbingmu supaya bisa mengendalikan emosi.
Menjadi Teman yang Baik: Pahlawan Anti-Bullying
Setiap anak bisa menjadi pahlawan anti-bullying, bukan harus memakai jubah atau topeng, tetapi dengan memiliki hati yang lembut dan berani membela kebaikan.
Anak yang menjadi pahlawan anti-bullying biasanya:
Sopan dan ramah pada semua teman
Mau mendengarkan ketika teman bercerita
Tidak mengejek kelemahan orang lain
Membantu teman yang kesulitan
Berani berkata “itu tidak baik” jika melihat bullying
Mengajak teman untuk bermain bersama, bukan mengucilkan
Bayangkan jika semua anak di kelasmu dan di lingkungan rumahmu berjanji untuk tidak membully, saling menghargai, dan saling membantu. Sekolah akan terasa lebih menyenangkan, dan rumah akan menjadi tempat yang penuh kehangatan.
Jadi, apakah kamu siap mewujudkan sekolah tanpa bullying?
Tulis jawaban kamu di kolom komentar beserta nama dan kelas kamu ya...



